Monday, January 14, 2019

Fiber Optik

Jaringan Fiber Optik
 Pengertian Fiber Optik
Serat optic(Fiber Optik) adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik  yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED.
Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluarkarena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara,karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi serat optik saat ini, telah dapat menghasilkanpelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur(bandwidth) yang besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabelkonvensional. Dengan demikian serat optik sangat cocok digunakan terutamadalam aplikasi sistem telekomunikasi.


Pada prinsipnya serat optik memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya.Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusungelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserapoleh serat optik.Fiber opticmerupakan media yang paling canggih dalam hal pengiriman data.Kabel FO(fiber optic cable ) terbuat dari bahan kaca yang dibungkus kulit pelindung yang berfungsi sebagai protektor bahan kaca FO yang rapuh.

Sejarah Serat Optik (Fiber Optik)

 Sejarah Serat optic, sekitar tahun 1930-an para ilmuwanJerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yangbernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harusmelalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembanganselanjutnya adalah ketika para ilmuawanInggris pada tahun 1958mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yangterdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwanJepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati
gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja
keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasipada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribukali frekuensi gelombang mikro.Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar danmerepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerahpun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer.Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhirpada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi,kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya,sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, denganpencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnyapenghuni dasar Samudera Pasifik.Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahappengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi(kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologimaterial, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secaraperlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

 a.Generasi pertama (mulai 1975)
Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya,terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyallistrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang,
berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagaipenghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yangmelemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyallistrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadioutput (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula iamengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik,kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasipertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10Gb.km/s.

b.Generasi kedua (mulai 1981)
Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjaditipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeksbias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser,panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi inigenerasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kalilipat lebih besar daripada generasi pertama.

c.Generasi ketiga (mulai 1982)
Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diodelaser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkansehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisimenjadi beberapa ratus Gb.km/s.

d.Generasi keempat (mulai 1984)
Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yangdipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehinggasinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yangdapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung.Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi pirantisumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.

e.Generasi kelima (mulai 1989)
Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikanfungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awalpengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudiankapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.

f.Generasi keenam
Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton.Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjanggelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yangberbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjangsoliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yangsaling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakaninformasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength divisionmultiplexing).Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjanggelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatubahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas.Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluranyang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah salurandapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexingpolarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda.Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehinggasoliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecilbahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapagenerasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistemkomunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisiyang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yangjelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akandirajai oleh teknologi serat optik.






Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik 



1. Single Mode
Fiber Optik Single Mode mempunyai berbagai macam arti, khususnya dalam teknologi. Pada single mode ini, hanya ada satu indeks cahaya yang tanpa terpantul dan merambat sepanjang media dibentangkan. Satu buah sinar yang tidak terpantul tadi membuat fiber optik pada mode ini jarang mengalami gangguan. Jika memang ada gangguan, sumbernya berasal dari luar.
Pada single mode ini, diameternya lebih kurang 8,3 sampai 10 mikron. Pada single mode yang diameternya sempit, hanya bisa menyebarkan 1310 sampai 1550 nanometer. Single mode ini juga dapat transfer data di atas rata-rata dan bahkan 50 kali lipat dibandingkan multimode. Dengan adanya core kecil tersebut serta gelombang cahaya yang tunggal, distorsi dapat dikurangi. Single mode ini juga dapat memperoleh data dengan bandwitch yang lebih besar jika dibandingkan multi fiber optik. Hanya saja, teknologi ini sangat tergantung dengan sumber cahaya sehingga membutuhkan biaya yang besar.
2. Grade-Index Multimode
Tipe yang kedua adalah grade index multimode. Kabel ini terdiri dari core yang memiliki index bias yang cukup kurang. Core ini merupakan lapisan-lapisan gelas yang diameternya sekitar 50 mm. Sedangkan bagian cladding diameternya sekitar 125mm. Cahaya yang merambat melalui kabel ini dibelokan sampai propagasinya dapat sejajar dengan sumbu fiber. Pada tempat titik pantul tersebut, propagasinya akan diarahkan pada axis fiber.
Kabel fiber grade index multimode ini mempunyai peredam. Peredam itu dimulai dari tiga sampai dengan 10db/km. Meskipun keuntungannya cukup banyak, fiber grade index multimode ini cukup sulit pembuatannya. Akibatnya, harganya menjadi lebih mahal.

Fungsi Alat Kerja Fiber Optic

1. Fusion Splicer

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya
Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.

Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.



2. Stripper Atau Miller

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya
Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit  dan daging kabel.



3. Cleaver

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya


Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing


4. Optical Power Meter (OPM)

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya
Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian yang belum mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, berikut adalah rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km) 


5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran  gangguan yang terjadi. Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan baik, karena akan sangat mudah menentukan suatu letak lokasi gangguan yang tengah terjadi. Alat OTDR ini sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian Kabel Crack, Putusnya core yang belum diketahui letaknya, Putusnya kabel atau juga untuk melakukan bending


Baca Juga Artikel Lainnya :

6. Light Source

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya

Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya


7. Optical Fiber Identifier

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya

Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.


8. Visual Fault Locator

Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya
Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan.


Penyambungan Fiber Optik


Contoh Jika pada kulit kabel Fiber Optik tertulis seperti gambar dibawah ini,
48 / 4 T          = menunjukkan jumlah Fiber Optik dan jumlah tube.
SM                 = jenis Fiber Single Mode
MM                = Multi Mode
A                    = Aerial , kabel udara
D                    = kabel duct
DB                 = Direct Burried atau kabel tanam langsung
LT                  = Lose Tube atau tube yang berongga
ST                  =  Straight Tube atau tube tanpa rongga.
SCPT             = Single Core Per Tube digunakan untuk kabel distribution
NZDS            =  Non Zero Dispersion Shifted Fiber, atau Fiber tipe G.655
                          yaitu Fiber yang mempunyai dispersi sangat kecil.
A. Konstruksi Kabel Fiber Optik, terdiri dari
Penggunaan Tiang 7 meter atau T-7 adalah untuk ;
Penggunaan Tiang 9 meter atau T-9 adalah untuk
Penggunaan Tiang 12 meter atau T-12 untuk penyeberangan rel kereta api,
B. Instalasi Kabel Tanah.

Definisi : Kabel Tanah adalah kabel yang diletakkan atau digelar dibawah permukaan tanah.
1. Pemasangan Penggelaran Kabel Tanah Tanam Langsung di bahu jalan dan di trotoar.
kedalaman galian untuk trotoar atau bahu jalan adalah sebagi berikut
a. Kabel Tanah Tanam Langsung atau Direct Burried Cables.
2.  Pemasangan melintas Jalan Raya

3. Pemasangan melintas parit.
Jika melewati parit agar diberi pengaman dengan melindungi kabel menggunakan
  Pipa galvanis ditempatkan dibawah parit dengan jarak minimal 20 cm.
b. Dipermukaan parit, jika kedalaman parit lebih dari 100 cm.
4. Pemasangan melitas Sungai
a. Dengan melalui tiang untuk melintas sungai.
  1. Menggunakan pipa PVC diameter 4 inchi, ketebalan 2,2 mm, dengan selubung beton tak bertulang campuran 2:3:5
  1. Menggunakan pipa PVC diameter 4 inchi, ketebalan 5,5 mm, hanya diselubungi pasir urug dengan pemisah (spacer).
  1. Lubang Pipa duct di MH, yang belum terpakai, ditutup rubber stopper.
  1. Pipa duct yang telah terpakai celah-celahnya diisi dengan busa seal untuk mencegah air masuk sepanjang pipa duct.
  1. Dinding Manhole di cat anti lumut agar tembok tetap terjaga dengan baik.
  1. Jika terdapat air dalam Manhole di kuras/ dipompa keluar untuk menjaga supaya accesries Manhole tidak mudah rusak atau sambungan kemasukan air.
Type H1S5-S, artinya memiliki 2 lubang pipa dengan jumlah susun dari atas kebawah 5 pipa atau sama dengan 2×5 =10 lubang pipa duct, atau 3x10 subduct untuk kabel Fiber Optik.
Type H2S7-S, artinya, memiliki 4 lubang pipa dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan 4×7=28 lubang pipa duct atau 3 x 28 subduct untuk kabel Fiber Optik
Type H3S7-S, artinya, memiliki 3 pasang lubang pipa dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan 6×7=42 lubang pipa duct atau 3 x 42 subduct untuk kabel Fiber Optik
Type H4S7-S, artinya memiliki 4 pasang lubang pipa dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan 8×7=56 lubang pipa duct atau 3 x 56 subduct untuk kabel Fiber Optik
Type H5S7-S, artinya memiliki 5 pasang lubang pipa dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan jumlah 10×7=70 lubang pipa duct atau 3 x 70 sub duct untuk kabelFiber Optik.
Contoh gambar Manhole tipe S pandangan melintang.
3) Mahole type T
Cara penarikan kabel Duct'
  1. Diameter luar 32 mm dengan ketebalan 3,0 mm
  1. Bahan dari Polyethelene dan karbon hitam
  1. Lebih efisien (ekonomis)
  1. Melindungi kabel
  1. Memudahkan pemasangan maupun pencabutan kabel
  1. Harus memperhatikan spesifikasi
  1. Memperhatikan daftar alokasi haspel
  1. Sub duct
  1. Klem penjepit
Nama Peralatan Fungsi
  1. Duct Rodder
  1. Rodding menggunakan Air Compressor / Parachute
  1. Dalam pelaksanaan instalasi harga kuat tarik dan kelengkungan serta kecepata tarik yang diberikan oleh pabrik harus dijadikan standart
  1. Harus dihindarkan tarikan dengan sentakan atau menghentikan tarikan secara tiba-tiba. 
  1. Harus dijaga agar tegangan tarik konstan selama penarikan
  1. Penarikan kabel dapat dilakukan dengan tenaga manusia (tangan) atau mesin winch. Bila dengan mesin maka tension meter harus selalu dimonitor
  1. Putaran haspel untuk mengeluarkan kabel harus pada arah yang benar sesuai dengan arah yang diberikan oleh pabrik.
  1. Dalam penempatan haspel kabel memerlukan ruang sedemikian rupa agar haspel dapat diputar
  1. Penurunan dan penaikan kabel pada haspel harus menggunakan papan peluncurdan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak merusak kulit kabel yang dapat menyebabkan cacat pada serat optik
  1. Haspel kabel yang akan ditarik harus sesuai dengan rencana (drum plan) 
Alat yang digunakan untuk penarikan kabel duct'
1. Lakukan roding pada sub dict antar manhole untuk memeriksa sub duct
2. Pasang ujung roding dengan swivel dan shackel dn ikatkan pada pulinh eye yang sudah terikat dengan kabel



Maka dapat disimpulkan bahawa kabel Fiber Optik tersebut adalah kabel yang digelar untuk kabel Duct dengan kapasitas 36 Fiber 3 Tube, jenis fiber optiknya adalah single.


mode dan jenis tube adalah berongga.

Arti kode notifikasi standard pada kabel Fiber Optik



1. Bagian luar disebut juga outer PE Jacket

2. Rip Cord benang pengupas Outer maupun Inner PE Jacket

3. Aramid Yarn berfungsi untuk memperkuat kabel dan melindungi panas.

4. Gel , atau jelly lilin cair yang berfungsi penahan air atau binatang / serangga.

5. Strength Member yang berfungsi untuk penguat pada sambungan di closure.

6. Tube sebagai tempat atau selubung Fiber Optik yang berfungsi untuk,

     a. Mengelompokkan urutan Fiber Optik berdasakan warna.

     b. Melindungi Fiber Optik.

    Ada dua jenis tube yaitu,

     Loose Tube atau tube yang beronngga, sehingga fiber dapat fleksibel

     Tight Tube atau Tube yang menyatu dengan Fiber seoerti pada Patchcord.

7. Pita Binder yang berfungsi untuk penahan air.

8. Filler yang berfungsi unuk memperkuat kabel saat penarikan, dan untuk

    penahan puntiran.

9. Armouring atau lilitan baja pelindung dalam kabel Fiber Optik.
A.  Instalasi Kabel Udara atau aerial cables


Kabel udara adalah kabel yang ditambatkan pada tiang telepon, dimana penambatan
pada bearer kabel yang terbuat dari lilitan kawat baja atau juga disebut dengan 
messenger Wire.
Jika tidak tersedia berarer, maka kabel dijepit dengan clip yang ditautkan pada tiang.
Kabel udara ditempatkan pada tiang telepon dengan ketentuan sebagai berikut ;
a. Terbuat dari tiang besi dengan panjang 7 meter, 9 meter dan 12 meter.
    dipasang untuk didalam kota
b. Terbuat dari tiang beton dengan panjang 12 meter dipasang untuk luar kota.
Pemasangan tiang ;
a. Ditanam 1/5 bagian yang masuk kedalam tanah
b. Untuk tiang besi di pasang pondasi penguat tiang  dari adukan semen 
    setinggi 30 cm
c. Jarak antar tiang antara 40 - 50 meter
d. Penempatan tiang jangan menutup akses jalan atau didepan pintu gerbang
    rumah.
Sambungan Kabel Udara ditempatkan didekat tiang telepon, karena
  a.   Memudahkan pemasangan
  b.   memudahkan pemeliharaan.
Didekat sambungan biasanya diberi spare kabel (kabel cadangan ) yang diloop agar tidak terjadi
gangguan bending, hal ini jika terjadi gangguan masih terdapat sisa kabel yang dapat disambung.
Loop kabel ini panjangnya antara 4 - 6 meter. 
Cara pemasangan kabel udara pada tiang ada dua metode yaitu ';
a. Cara Gantung.
Yaitu kabel digantung pada tiang, dengan tidak memotong bearer, digunakan untuk ;
a. Rute lurus dengan jarak kurang dari 50 meter.
b. Peralatan yang dipasang pada tiang  adalah 
    1. Stainless steel band.
    2. Suspension Clamps
    3. Stainless Steel Band
2.  Cara Tambat
Cara tambat digunakan untuk ;
 a. Rute Belok atau melengkung dan ujung akhir kabel.
 b. Jarak antar tiang lebih dari 50 meter
 c. Memotong bearer untuk ditambatkan pada tiang dengan menggnakan span wartel
ditambat karena rute belok atau melengkung
ditambat karena anar tiang lebih dari 50 meter

Tiang yang digunakan untuk kabel Distribution atau kabel yang menuju ke pelanggan

atau sekitar perumahan.

Tiang yang digunakan untuk jarak 60 meter yang ditempatkan diluar kota, atau

penyeberangan jalan raya.

atau penyeberangan sungai yang kebarnya > 50 meter.



dan harus memenuhi standard dari ITU-T serie G dan Standard Nasional seri STEL-K


Yaitu kanel yang ditanam dibawah permukaan tanah tanpa pelindung pipa baik PVC atau

Galvanis, dan memenuhi standard STEL-QA-K-016 Single Mode Jelly Filled Loose.
Tube For Direct Burried.


Lebar galian bagian atas adalah 40 cm sedangkan bagian bawah 30 cm.

a. Tanah yang lembek sedalam 100 cm

b. Tanah yang keras atau berbatu sedalam 80 cm
Pada bagian bawah menggunakan lapisan pasir setebal 20 cm
sedangkan bagian atas diutup dengan batu koral setinggi 30 cm.

Kabel tanah Tanam Langsung yang melintas Jalan Raya agar dilindungi dengan

pipa Galvanis dengan diameter 4", dan menggunakan subduct HDPE
dan harus disediakan satu pipa Galvanis sebagai cadangan.




pipa Galvanis diameter 2,5", yang ditempatkan dengan dengan dua cara, yaitu;

a. Dibawah parit, jika kedalaman parit kurang dari 100 cm



   untuk parit terbuka pipa galvanis diusahakan ditempatkan diatas permukaan air
   agar tidak menghalangi aliran, dan diberi kawat berduri untk mencegah pencurian
   dan perusakan
   Untuk parit tertutup ditempatkan dibawah penutup dan dipasang rapi agar penutup
   teteap sejajar dengan permukaan semula.

Ada tiga cara kabel tanah yang melintasi sungai, yaitu ;




b. Dengan menumpang pada jemabtan yang sudah ada.




c. Dengan membuat konstruksi jembatan kabel
  Untuk mengamnkan kabel, maka pada jembatan diberi penghalang dan sekitar
  pipa dipasang dengan kawat duri.
d. Pemasangan melintas Rel atau Jalan Toll
Pada umumnya pihak PT KAI atau Operator Jalan Toll tidak mengijinkan untuk melakukan
pengeboran dibawah konstruksi jalan atau rel, oleh sebab itu harus melalui lintasan parit,
sungai atau duct yang sudah tersedia.


b. Kabel Tanah Duct.
Kabel Duct adalah kabel yang digelar dibawah tanah dengan menggunakan pelindung pipa
PVC diameter 4"-5" dan dilapisi dengan cor beton. Sambungan dan penarikan dilakukan
melalui MANHOLE.
Kabel duct pada umumnya tidak menggunakan lapisan armouring yang terbuat dari lilitan baja, atau selubung aluminium.
Karena sudah mendapat pengamanan dari pipa PVC dan lapisan cor beton.
1. Manhole
Manhole adalah salah satu sarana yang penting, digunakan untuk instalasi kabel duct,
yang dipasang dengan jarak setiap 250 meter.
Fungsi dari Manhole adalah ;
a. Tempat penarikan untuk penggelaran kabel duct
b.Tempat sambungan kabel duct
c. Tempat percabangan jalur pada kabel duct.
d. Tempat pemeliharaan kabel duct.
disebut dengan Manhole karena lubang tersebut dapat memuat orang yang bekerja.
Konstruksi Manhole dengan beton bertulang dengan campuran semen : kerikil : pasir = 1:1,5:2,5 kedap air yang mampu menahan tekanan beban > 50 ton.
Penampang Manhole seperti pada gambar dibawah ini 
Konstruksi duct antar Manhole secara umum adalah sebagai berikut ;
Type duct ada dua macam :


Ketentuan operasional Manhole adalah sebagai berikut ;


1). Manhole type S
Manhole type S digunakan untuk rute lurus disepanjang jalan
pada tabel cara membaca demensi ukuran sebagai berikut :







2) Manhole Tipe L
 Manhole type L digunakan untuk tikungan jalan, sehingga membentuk huruf L
tabel cara membaca demensi ukuran sebagai berikut :
Type H1S5-L, artinya memiliki 1 pasang pipa PVC dengan jumlah susun dari atas kebawah 5 pipa atau sama dengan 2×5 =10 lubang pipa duct, baik input maupun output.
Type H2S7-L, artinya, memiliki 2 pasang pipa PVC dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan 4×7=28 lubang pipa duct, baik input maupun output.
Type H3S7-L, artinya, memiliki 3 pasang pipa PVC dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan 6×7=42 lubang pipa duct, baik input maupun output.
Type H4S7-L, artinya memiliki 4 pasang pipa PVC dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan 8×7=56 lubang pipa duct, baik input maupun output.
Type H5S7-L, artinya memiliki 5 pasang pipa PVC dengan jumlah susun pipa dari atas kebawah 7 pipa atau sama dengan jumlah 10×7=70 lubang pipa duct, baik input maupun output.

Manhole type-T, diperuntukan untuk rute jaringan yang membelok dua arah di disudut/ persimpangan jalan, pada tabel cara membaca demensi ukuran seperti pada type S maupun L

Konstruski Manhole T seperti pada gambar dibawah ini;

Sebelum dilakukan penarikan optik melalui polongan pada system duct, polongan tersebut harus dipasang sub duct terlebih dahulu.

Dalam satu polongan duct dipasang sub duct. Sub duct ini perlu karena digunakan untuk memudahkan penarikan optik.
Sesuatu yang perlu diperhatikan dalam pemasangan sub duct yaitu :
Tegangan penarikan dan kelengkungan sub duct harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
Pemasangan maupun penarikan sub duct ada baiknya dilakukan oleh tenaga manusia. Bila menggunakan winch, tegangan tarik harus terus diawasi melalui pengukur tegangan yang umumnya terpasang pada winch truck.
Tegangan dan speed tarik sub duct harus lebih rendah dari spesifikasi teknis yang berlaku.
Hindari penarikan yang dapat menyebabkan sub duct cacat atau rusak, missal yaitu penarikan yang dilakukan secara paksa, karena dapat merusak serat bagian dalam.
Tegangan dan kecepatan tarik yang diizinkan pada waktu pemasangan adalah sbb:
Pemasangan Sub Duct
Sub Duct digunakan untuk membagi ruangan di dalam duct utama menjadi tiga bagian
agar penggunaanya lebih efektif.
Batasan dan ukuran Sub Duct :


Manfaat Sub Duct adalah :


Hal-hal yang perlu diketahui


Material bantu

1 Swivel fungsinya  Mencegah Pemuntiran

2 Sakel-D fungsinya Menghubungkan tali dan kabel
3 Tali untuk menarik Sub Duct
4 Pisau potong Memotong subduct
5 Handy talky untuk Komunikasi antar pekerja
6 Kunci manhole Membuka tutup manhole
7 Pompa air kotor Membuang air yang ada di manhole
8 Mandril Roding Pengecekan pipa duct
9 Sikat baja Pembersih pipa duct
10 Tension meter Mengetahui tegangan tarik
11 Winch/katrol Menarik subduct
Alat yang digunakan untuk penaikan kabel
1.Cable Cutter pemotong kabel
2. Swivel untuk mencegah kabel agar tidak terpilin sewaktu penarikan
3. D-Shakel untuk menyambung tali dengan cable grip
4. Generator set untuk Pembangkit listrik
5. Chain block untuk Memasang pullay
6. Handy talky Alat komunikasi
8.Kunci manhole untuk membuka tutup manhole
9. Pompa air untuk memompa air
Pemeriksaan Duct
Cara pemeriksaan duct/subduct antar lain dengan Duct Rodder (Super Yellow) dan Air Compressor (Parachute)
Umum


Langkah penarikan sub duct duct dari Manhole adalah sebagai berikut ;
Penarikan Kabel Duct melalui Manhole










3. Tarik kawat penarik secara pelan pelan , perhatikan ketegangan kabel agar tidak putus.
4. Hendaknya sebelum ditarik, kabel dilepas dari drum dan buat angka 8 agar tidak melintir
2. Peta dan Kabel Kabel Optik pada Jaringan FTTH.

Gambar penjelasan pengelaran kabel terbagi menjadi tiga gambar , yaitu ;
a. Peta Kabel yaitu menggambarkan jalan yang dilewati dan panjang, serta jalur
    yang dilewati kabel, juga menggambarkan Manhole dan Handhole yang dilewati.
b. Skema Kabel yatiu menjelaskan jenis kabel, jumlah core kabel dan panjang 
    kabel dari STO
c.  Skema Duct, yaitu menggambarkan Jakur duct yang dilewati, pamjamg kabel
     Jenis dan kapasitas Man Hole (MH) dan Hand Hole (HH)
Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Fiber Optik

Kelebihan Fiber Optik
    1. Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
    2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
    3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
    4. Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
    5. Tidak ada tenaga listrik dan percikan api
    6. Tidak berkarat

Kekurangan Fiber Optik
    1. Beberapa faktor membatasi efektivitas kabel FO. Selain instalasinya yang mahal, sistem ini mungkin sinyalnya kurang kuat, hal ini disebabkan karena faktor fisik ataupun material.
    2. Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat diakomodasi.
    3. Tidak seperti halnya dengan kawat atau plastik, fiber juga lebih sulit untuk disambung.
    4. Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar akurat untuk menghindari transmisi yang tidak jelas.
    5. Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian yang lebih spesifik.

Permasalahan Kabel Fiber Optik

Ada banyak jenis masalah jaringan yang dapat menyebabkan gangguan pada sebuah komputer, gangguan jaringan local, sampai gangguan pada koneksi jaringan global.

1. Masalah jaringan karena kegagalan kabel jaringan
Yang ini merupakan masalah jaringan yang umum kita temui akibat putusnya kabel jaringan yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah komputer dalam jaringan karena putusnya kabel patch anda karena digigit tikus; masalah jaringan yang berdampak pada satu blok gedung karena putusnya kabel antar switch (uplink cable); atau bahkan berdampak pada sebagian besar komputer dalam jaringan lan anda karena kegagalanbackbone cable.

2.kerusakan pada Kabel dan konektor Jaringan

Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
a) Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan
b) Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat
dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja
c) Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.
Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti
Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya kita lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar tidak bias digunakan lagi atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu memgganti konektornya saja.

3. Masalah jaringan karena kegagalan piranti jaringan
Skala gangguan akibat dari kegagalan piranti jaringan juga bisa bervariasi, dari hanya sebuah komputer karena kegagalan NIC – lan card; beberapa komputer karena kegagalanswitch; atau bahkan berskala luas karena kegagalan pada switch central yang menghubungkan jaringan server. Untuk kegagalan lan card di salah satu komputer bisa diganti dengan network card cadangan anda.


4.Gangguan atau Kerusakan pada Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Jika terjadi kerusakan pada HUB maka pertama kita harus mengecek apakah HUB yang kita gunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun jika HUB yang kita gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu menggantinya dengan HUB yang baru atau dapat diperbaiki ditempat service khusus.namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain kwalitasnya yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya membeli baru.

5. Masalah jaringan karena kegagalan system

Kegagalan system bisa saja karena ada masalah dengan DHCP server anda sehingga clients tidak menerima IP address. Atau bisa saja karena ada masalah dengan system Directory Services anda sehingga clients tidak bisa logon ke jaringan.Atau bisa saja karena ada masalah dengan register nama pada system DNS anda.


6.Tidak bisa sharing data
Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan dengan
Jadi klik pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply
Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer.
Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.

7. Masalah jaringan karena ledakan virus
Jenis ini juga merupakan masalah jaringan yang bukan karena kegagalan infrastruktur jaringan fisik, akan tetapi system jaringan anda akan kebanjiran traffic dari pengaruh virus yang menyerang system server dan menulari ke semua komputer dalam jaringan anda. Kinerja dari system jaringan anda akan menjadi sangat pelan sekali bahkan boleh dibilang ambruk. Apa yang bisa anda lakukan dengan serangan virus ini adalah menerapkan best practice security policy, pertahanan system anda harus kebal sekali.

8. Masalah Koneksi putus-putus
Penyebab : Kualitas Jaringan telepon menurun, suara telepon kemrosok atau ada dengung
Solusi : - Cek perkabelan rumah (dari KTB sampai Modem)
- Jika masih coba lapor ke kantor TELKOM terdekat

9. Masalah Koneksi Lambat
Penyebab : Banyaknya PC yang disharing.
Aktifitas Client-client PC yang Download atau Upload Malware (Virus, Trojan, Spyware) yang menghabiskan Bandwidth anda Kondisi PC yang Memang Lambat
Solusi : Gunakan Bandwidth management Gunakan antivirus atau anti Spyware

10. Masalahnya terdapat pada Network Connection, dimana nomer IP, Gateway dllnya nge-blank, padahal sudah di setting manual, Status jaringan connected dan masih bisa mengakses data jaringan via IPX/SPX/NetBIOS, tapi nomer IP nya tidak dapat maka akses internet tetap mati.
Solusi :
Error 1068: The dependency service or group failed to start. DHCP Client Service padaWindows XP tergantung pada tiga komponen berikut: * AFD * NetBios over Tcpip * TCP/IP Protocol Driver Jika salah satu dari driver diatas gagal jalan, maka DHCP ClientService akan gagal jalan / not start.
Langkah I - Pastikan bahwa ketiga file driver diatas ada pada tempatnya Buka Windows Explorer arahkan ke folder %Windir%\System32\Drivers. Pastikan file-file dibawah ini ada di folder tersebut: * afd.sys * tcpip.sys * netbt.sys
Jika satu atau beberapa dari file-file diatas hilang \ tidak ada, extrakkan dari Windows XP CD-ROM atau dari folder ServicePackFiles\i386. ---> Yang saya lakukan adalah mengkopikan dari komputer lain yang Windows XP-nya masih OK.
Langkah II - Direstart Simple TCP/IP dah jalan normal dan sambungan internet.

11. Masalah Koneksi lambat
Solusi: Menambah Kecepatan Koneksi Internet Menambah kecepatan akses internet sangat diinginkan para pengguna internet. Ada banyak cara digunakan untuk menambah kecepatan akses koneksi internet, dari cara simpel menonaktifkan loading gambar pada browser hingga penggunaan software tertentu.

12. Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain

Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah komputet kita bisa terkoneksi dengan komputer orang lain lalu ketik pingàRun àcaranya adalah Klik start <> -t. misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan Jika Reply From . . . . . . berarti komputer kita sudah terkoneksi dengan baik jika muncul Request Time Out maka komputer kita tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.


No comments:

Post a Comment